TRAINING URBAN FARMING JOGJA

DESKRIPSI PELATIHAN URBAN FARMING

Pelatihan Urban Farming memiliki peran yang sangat penting dalam menjawab tantangan keterbatasan lahan, meningkatnya kebutuhan pangan, serta isu lingkungan di wilayah perkotaan. Pertumbuhan penduduk yang pesat menyebabkan ruang hijau semakin berkurang, sementara ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar kota terus meningkat. Melalui Pelatihan Urban Farming, masyarakat perkotaan dibekali pengetahuan dan keterampilan praktis untuk memanfaatkan ruang terbatas seperti pekarangan, balkon, atap bangunan, hingga lahan kosong secara produktif. Pelatihan ini mendorong terciptanya sistem pertanian perkotaan yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Pelatihan Urban Farming memberikan pemahaman tentang berbagai metode budidaya yang sesuai untuk lingkungan perkotaan, seperti vertikultur, hidroponik, aeroponik, dan budidaya dalam pot atau polybag. Peserta juga mempelajari teknik pemilihan tanaman, pengelolaan media tanam, pengaturan air dan nutrisi, serta pengendalian hama secara ramah lingkungan. Dengan pendekatan yang tepat, urban farming mampu menghasilkan sayuran segar, sehat, dan aman konsumsi, sekaligus mengurangi biaya belanja rumah tangga. Selain itu, praktik ini membantu meningkatkan kualitas lingkungan dengan memperbaiki sirkulasi udara dan menurunkan suhu mikro di sekitar permukiman.

Lebih dari sekadar aktivitas bercocok tanam, Pelatihan Urban Farming juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran lingkungan, ketahanan pangan keluarga, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Urban farming membuka peluang usaha skala kecil hingga menengah, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat interaksi sosial di komunitas perkotaan. Di tengah tantangan urbanisasi dan perubahan iklim, Pelatihan Urban Farming menjadi solusi strategis untuk mewujudkan kota yang lebih hijau, mandiri pangan, dan berdaya saing di masa depan.

TRAINING URBAN FARMING JOGJA

TUJUAN DAN MANFAAT PELATIHAN URBAN FARMING

TUJUAN PELATIHAN URBAN FARMING

  1. Memberikan pemahaman tentang konsep dan prinsip dasar urban farming.
  2. Membekali peserta dengan keterampilan praktis dalam memanfaatkan lahan sempit di perkotaan.
  3. Mengajarkan berbagai metode budidaya yang sesuai untuk lingkungan perkotaan.
  4. Mendorong pemanfaatan ruang kosong secara produktif dan berkelanjutan.
  5. Meningkatkan kemampuan peserta dalam pengelolaan tanaman, air, dan nutrisi.
  6. Menanamkan kesadaran akan pentingnya pertanian ramah lingkungan di wilayah urban.
  7. Mendukung kemandirian dan ketahanan pangan rumah tangga.
  8. Mengembangkan potensi kewirausahaan berbasis pertanian perkotaan.
  9. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan ruang hijau kota.

MANFAAT PELATIHAN URBAN FARMING

  1. Memaksimalkan pemanfaatan lahan sempit di perkotaan.
  2. Menghasilkan sayuran dan tanaman pangan segar yang sehat dan aman konsumsi.
  3. Mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pangan.
  4. Meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan komunitas.
  5. Mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih hijau dan sejuk.
  6. Mengurangi jejak karbon melalui produksi pangan lokal.
  7. Membuka peluang usaha dan sumber pendapatan baru.
  8. Meningkatkan keterampilan dan kemandirian masyarakat perkotaan.
  9. Memperkuat interaksi sosial dan kolaborasi antarwarga.
  10. Mendukung program pemerintah terkait urban farming dan pembangunan berkelanjutan.

MATERI PELATIHAN URBAN FARMING

1. Pengantar Urban Farming

  • Konsep dan definisi urban farming
  • Tantangan pangan dan lingkungan di perkotaan
  • Manfaat urban farming bagi rumah tangga dan kota
  • Peluang pengembangan urban farming

2. Identifikasi dan Pemanfaatan Lahan Perkotaan

  • Jenis lahan di wilayah urban (pekarangan, balkon, rooftop, lahan kosong)
  • Analisis potensi dan keterbatasan lahan
  • Perencanaan tata letak area tanam

3. Metode Budidaya Urban Farming

  • Budidaya dalam pot dan polybag
  • Vertikultur
  • Hidroponik
  • Aeroponik (pengenalan)
  • Pemilihan metode sesuai kondisi lokasi

4. Pemilihan Tanaman Urban Farming

  • Kriteria tanaman yang cocok untuk lingkungan perkotaan
  • Sayuran daun, sayuran buah, dan tanaman herbal
  • Penyesuaian jenis tanaman dengan cahaya dan iklim mikro

5. Media Tanam dan Wadah

  • Jenis media tanam yang digunakan
  • Teknik pencampuran media tanam
  • Pemanfaatan bahan daur ulang sebagai wadah

6. Pengelolaan Air dan Nutrisi

  • Teknik penyiraman yang efisien
  • Pemupukan organik dan anorganik
  • Penghematan air dalam urban farming

7. Pengendalian Hama dan Penyakit Ramah Lingkungan

  • Identifikasi hama dan penyakit umum
  • Teknik pencegahan dan pengendalian alami
  • Penerapan sanitasi lingkungan tanam

8. Pemeliharaan dan Monitoring Tanaman

  • Perawatan rutin tanaman
  • Monitoring pertumbuhan dan kesehatan tanaman
  • Pencatatan sederhana hasil budidaya

9. Panen dan Pascapanen

  • Ciri tanaman siap panen
  • Teknik panen yang tepat
  • Penanganan hasil panen agar tetap segar

10. Pengelolaan Limbah dan Daur Ulang

  • Pengolahan sampah organik menjadi kompos
  • Konsep zero waste dalam urban farming

11. Urban Farming sebagai Peluang Usaha

  • Analisis usaha sederhana
  • Strategi pemasaran hasil panen
  • Pengembangan urban farming berbasis komunitas

12. Praktik Lapangan dan Studi Kasus

  • Simulasi penanaman dan perawatan
  • Studi kasus keberhasilan urban farming
  • Evaluasi dan rencana tindak lanjut

PESERTA PELATIHAN URBAN FARMING

  1. Masyarakat Perkotaan dengan Lahan Terbatas
    Individu atau keluarga yang ingin memanfaatkan pekarangan, balkon, atau atap rumah untuk produksi pangan.
  2. Ibu Rumah Tangga dan Keluarga Perkotaan
    Pihak yang ingin memenuhi kebutuhan sayuran segar secara mandiri dan menekan biaya belanja rumah tangga.
  3. Pelaku Urban Farming dan Komunitas Tani Kota
    Kelompok atau komunitas yang mengembangkan pertanian perkotaan berbasis kebersamaan.
  4. Petani Pemula
    Individu yang baru memulai aktivitas bertani dan membutuhkan metode sederhana serta aplikatif.
  5. Petani Milenial dan Generasi Muda
    Generasi muda yang tertarik pada pertanian modern, kreatif, dan ramah lingkungan.
  6. Pelaku UMKM dan Wirausaha Perkotaan
    Pengusaha yang ingin mengembangkan usaha sayuran segar, tanaman herbal, atau produk pertanian urban.
  7. Pengelola Sekolah, Pesantren, dan Lembaga Pendidikan
    Institusi yang menjalankan program edukasi lingkungan dan ketahanan pangan.
  8. Penyuluh Pertanian dan Pendamping Masyarakat
    Tenaga pendamping yang membutuhkan pemahaman urban farming untuk edukasi dan pemberdayaan warga.
  9. Pengelola Program CSR dan Pemberdayaan Masyarakat
    Perusahaan atau lembaga yang menjalankan program pengembangan urban farming berkelanjutan.
  10. Instansi Pemerintah Daerah dan Kelurahan
    Aparatur yang terlibat dalam program ketahanan pangan, penghijauan kota, dan pemberdayaan masyarakat.
  11. Pengelola Rumah Susun dan Kawasan Permukiman
    Pihak yang ingin mengembangkan ruang hijau produktif di lingkungan hunian.
  12. LSM dan Komunitas Lingkungan
    Organisasi yang fokus pada isu lingkungan, pangan lokal, dan keberlanjutan perkotaan.

INSTRUKTUR/ TRAINER TRAINING PERTANIAN PERKOTAAN JAKARTA

Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini.

METODE TRAINING PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN BANDUNG

Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja.

LOKASI TRAINING URBAN FARMING UNTUK PEMULA BALI

Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami.

JADWAL TRAINING KURSUS AGRO TAHUN 2026

  • Januari : 20 – 21 Januari 2026
  • Februari : 24 – 25 Februari 2026
  • Maret : 05 – 06 Maret 2026
  • April : 23 – 24 April 2026
  • Mei : 19 – 20 Mei 2026
  • Juni : 23 – 24 Juni 2026
  • Juli : 23 – 24 Juli 2026
  • Agustus : 27 – 28 Agustus 2026
  • September : 15 – 16 September 2026
  • Oktober : 20 – 21 Oktober 2026
  • November : 17 – 18 November 2026
  • Desember : 15 – 16 Desember 2026

Jadwal tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta

INVESTASI TRAINING URBAN FARMING UNTUK PEMULA ONLINE TAHUN INI :

Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

Fasilitas Pelatihan untuk Paket Group

(Minimal 2 orang peserta dari perusahaan yang sama):

  • FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)
  • FREE Transportasi Peserta ke tempat pelatihan .
  • Module / Handout
  • FREE Flashdisk
  • Sertifikat
  • FREE Bag or bagpack (Tas Training)
  • Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
  • 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner
  • FREE Souvenir Exclusive

Jadwal Pelatihan masih dapat berubah, mohon untuk tidak booking transportasi dan akomodasi sebelum mendapat konfirmasi dari Marketing kami. Segala kerugian yang disebabkan oleh miskomunikasi jadwal tidak mendapatkan kompensasi apapun dari kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page